Ringkasan

Ketersediaan hijauan yang semakin terbatas dapat diatasi dengan optimalisasi pemanfaatan hijauan seperti rumput budidaya yang mampu beradaptasi pada kondisi lahan dengan tingkat kesuburan yang rendah dan tanggap terhadap perlakuan pemupukan. Salah sate jenis rumput budidaya yang dapat dibudidayakan adalah rumput raja ( pennisetum purpureophoides) adalah hijauan makanan ternak tropik yang mudah dikembangkan, produksinya tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai makanan temak ruminansia (Adijaya et al, 2007). Upaya peningkatan produksi hijauan pada lahan-lahan marginal dapat dicapai dengan melakukan pemeliharaan yang balk Beberapa jenis limbah kotoran temak dapat diolah menjadi pupuk cair, yang mempunyai beberapa manfaat diantaranya dapat mendorong dan meningkatkan pembentukan klorofil daun sehingga tanaman menjadi kokoh dan kuat, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, cekaman cuaca dan serangan hama dan penyakit, merangsang pertumbuhan cabang produksi, serta meningkatkan pembentukan bunga dan bakal buah, serta mengurangi gugurnya daun, bunga dan bakal buah (Guntoro, 2006). Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair terhadap produksi rumput raja (Pennisetum purpureophoides) . Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai bulan Juni sampai September 2015 di Kebun Praktek, Kampus STPP Manokwari Kelurahan Manokwan Barat. Variabel yang diukur dalam penelitian adalah jumlah anakan setelah umur tanaman (2, 4, 6, dan 8 minggu), tinggi tanaman (dari pangkal batang sampai ujung daun tertinggi), Beret rumput segar (ditimbang setelah umur 8 minggu/ umur panen) . Berdasarkan hasil pengamatan penelitian pengaruh pemupukan beberapa jenis pupuk cair tertiadap pertumbuhan dan produksi rumput raja (pennisetum purpureophoides), maka dapat disimpulkan bahwa pemupukan beberapa jenis pupuk cair terhadap komponen pertumbuhan tinggi tanaman tidak berbeda nyata. perlakuan A1( pupuk cair dengan feces sapi) memberikan pengaruh yang nyata terhadap Perlakuan A2 ( pupuk cair dengan feces ayam), A3 (( pupuk cair dengan feces kambing) dan AO (tanpa pupuk cair).

Download

Polling Website

Bagus : 20
Cukup Bagus : 2
Biasa Saja : 1
Tidak Bagus : 0

Total Poling : 23