Berita

Mahasiswa Polbangtan Kementan Ajarkan Masyarakat Hasilkan Cuan dari Inovasi Pangan

Dalam memastikan produk inovasi yang dihasilkan dapat diadopsi oleh masyarakat, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari mengajarkan pentingnya melakukan olahan pangan agar menambah nilai ekonomis.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan Kementerian Pertanin terus menggenjot lahirnya petani milenial. menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan para generasi muda itu diharapkan bisa memberikan inovasi untuk memajukan pertanian Tanah Air.

“Pertanian adalah sebuah masa depan yang pasti dibutuhkan. Pertanian tidak hanya beras saja, tidak hanya jagung, tidak hanya singkong, pertanian tidak hanya kopi. Akan tetapi banyak turunan yang bisa dihasilkan dari satu komoditas,”kata SYL.

“Generasi milenial mampu membawa pertanian di masa depan yang berdaya saing di dalam dan luar negeri baik di sisi hulu maupun hilir dengan meningkatkan manajemen pasca sehingga kualitas produk bisa lebih bagus, menciptakan packing yang menarik sehingga harga bisa naik dengan akses pasar yang luas,”tambahnya

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan Kementerian Pertanian sangat fokus mencetak generasi milenial pertanian yang andal, kreatif, profesional, inovatif dan unggul tentunya dalam penguasaan teknologi pertanian. 

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Mahasiswa program studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan (TPTP) mengajarkan masyarakat di Kampung Lismaunggu, Distrik Prafi, Manokwari tentang berwirausaha dengan membuat inovasi dari pangan lokal.

Carolina Diana Mual salah satu dosen yang mendampingi mahasiswa, berharap melalui kegiatan yang dilakukan dapat menghasilkan output yang diharapkan.

“Masyarakat harus mampu mengaplikasikan inovasi yang diajarkan dari proses pembuatan hingga pecking yang menarik agar memiliki nilai jual tinggi. Dengan begitu produk yang dihasilkan dapat menjadi ladang usaha bagi masyarakat papua,” ungkap perempuan yang akrap disapa Olin.

Ia menyebutkan proses berlangsung dengan melakukan demo langsung pembuatan 3 produk.

“Produk pertama yaitu minyak gosok Tectona yang merupakan minyak gosok tradisional yang terbuat dari rempah rempah pilihan seperti Adas, Jahe, Cengkeh, Biji Pala, Kemiri, Kayu Manis, Bunga Lawang, Serei, Bunga Pala, Santan Kelapa dan Buah Merah. Penggunaan buah merah pada minyak gosok Tectona menjadi ciri khas dan memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan.” Kata Olin

“Produk kedua, diperkenalkan Kopi Jawari merupakan produk yang terbuat dari kopi dengan kombinasi jahe. Dan yang ketiga Jahe Sehatku merupakan produk herbal yang terbuat dari Jahe dan gula putih.” Tambahnya

Selama kegiatan berlangsung, semangat belajar masyarakat diperlihatkan dengan penuh antusias. Sehingga di akhir kegiatan mahasiswa membuka sesi doorprize yaitu memberikan hadia produk olahan bagi yang bisa menjawab pertanyaan.

Show More
Back to top button
Close
×

Kontak Kami

×