Back
HomeBeritaDorong Hilirisasi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ajarkan Warga Binaan Lapas Olah Pangan Lokal

Dorong Hilirisasi, Mahasiswa Polbangtan Kementan Ajarkan Warga Binaan Lapas Olah Pangan Lokal

Share:

 

Manokwari- Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menggelar pelatihan pengolahan pangan lokal bagi warga binaan Lapas Perempuan Kelas III B Manokwari, Rabu (20/05/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan serta pengetahuan warga binaan dalam memanfaatkan pangan lokal menjadi produk hilirisasi yang bernilai ekonomis.

Sebagaimana dikatakan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bahwa hilirisasi sektor pertanian menjadi motor penggerak perekonomian nasional dan membuka jalan menuju Indonesia Emas 2045. Hilirisasi tidak hanya meningkatkan nilai tambah produk, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan memperkuat daya saing industri nasional.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa peningkatan kualitas hasil pertanian dan ekonomi petani, sangat berkaitan dengan pengolahan hasil pertanian sebagai upaya untuk meningkatkan nilai tambah produk.

Kegiatan yang dilakukan mahasiswa tentu sejalan dengan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin yang menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendampingan untuk melibatkan masyarakat. Mereka tidak hanya diajak untuk terlibat dalam praktik lapangan, tetapi juga didorong untuk melakukan perubahan dilingkungan mereka.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberikan edukasi dan praktik langsung mengenai pembuatan tepung mocaf, cookies kelor, serta food bar yang berbahan dasar pisang dan biji-bijian.

Indah Pratiwi, dosen pendamping mahasiswa, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari hasil penelitian dan inovasi mahasiswa untuk dibagikan kepada masyarakat, termasuk warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Manokwari.

“Bahan pangan lokal memiliki banyak potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomis seperti tepung mocaf, cookies kelor, dan foodbar pisang,” jelasnya

“Kami berharap ilmu yang dibagikan kepada warga binaan dapat menjadi bekal dan buah tangan yang bermanfaat ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Indah.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para warga binaan tampak aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan produk, mulai dari proses pengolahan bahan hingga penyajian hasil akhir.

Melalui kegiatan ini, diharapkan warga binaan dapat memperoleh keterampilan praktis yang bermanfaat serta termotivasi untuk terus mengembangkan kreativitas dalam mengolah pangan lokal menjadi produk yang sehat, inovatif, dan memiliki nilai jual.

Lainnya

Open chat
Scan the code
Humas Polbangtan Manokwari
Hallo, ada yang bisa kami bantu?