Berita

Direktur Lantik BEM dan BPM Polbangtan Manokwari

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari mengelar Pelantikan Pengurus Periode Tahun 2021/2022, pada Kamis (16/4).   Organisasi Kemahasiswaan yang tercatat dalam Statuta Polbangtan Manokwari sebagai wadah calon petani dalam penguatkan softskill.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berebagai kesempatan menyatakan, “Generasi muda terutama generasi tani milenial wajib memperkuat negaranya khususnya dalam membangun pertanian.”  Perguruan tinggi wajib mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan memiliki karakter kuat di semua bidang.

Baik bidang akademik maupun non-akademik, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi menyebutkan, “Dalam mendukung pembangunan pertanian, calon petani milenial wajib memiliki kemampuan soft skill dan hard skill.”

Hard skill dimiliki dari pendidikan di bangku kuliah, sedangkan soft skill diperoleh dari berinteraksi dengan orang lain, salah satunya terlibat dalam sebuah organisasi.  Melalui BEM dan BPM Polbangtan Manokwari menjadi media yang baik untuk mengasah kemampuan soft skill.

“Salah tidak masalah.  Namanya juga proses pembelajaran,” sebut Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta dalam sambutan pelantikan.  Pelantikan yang diadakan di Aula Polbangtan Manokwari, juga diikuti dengan virtual oleh pengurus BEM dan BPM yang berada di daerah masing-masing.

Purwanta yang melantik langsung Pengurus BEM dan BPM pun berpesan, dalam berorganisasi diperlukan kerjasama dan kolaborasi.  Saat ini pembelajaran sudah berbasis outcome, baik dosen maupun mahasiswa dituntut untuk berprestasi.

Dengan terpilihnya Wahyu Rizki Abdulrahman Hadi sebagai Presiden BEM dan Valerianus Harun sebagai Ketua BPM diharapkan dapat mengajak mahasiswa dalam mendorong Pembangunan Pertanian khususnya Polbangtan manokwari.  “Melalui aktivitas yang akan dilakukan, pentingnya penerapan PDCA – Plant, Do, Check, Action.  Agar  organisasi yang dijalankan dinamis tentu hasilnya akan lebih baik,” terang Purwanta.

Show More
Back to top button
Close