MANOKWARI – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pembangunan pertanian Indonesia tidak hanya bertumpu pada peningkatan produksi, tetapi juga harus didukung oleh inovasi, hilirisasi, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) yang mampu menjawab tantangan global.
Menurutnya, penguasaan teknologi dan riset menjadi fondasi penting dalam mewujudkan swasembada pangan serta meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional.
Sejalan dengan arahan tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa pendidikan vokasi memiliki peran strategis dalam mencetak SDM pertanian yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung di lapangan.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan lembaga riset, menurutnya, menjadi kunci dalam mempercepat transformasi pertanian Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Pembangunan dan Pendidikan Vokasi Pertanian (PPVP) Seri ke-7 Tahun 2026 di Ballroom Swiss-Belhotel Manokwari, Selasa (7/7/2026).
Mengusung tema “Inovasi Bidang Pertanian, Peternakan dan Perkebunan dalam Mendukung Kemandirian Pangan Berbasis Kearifan Lokal”, seminar ini menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, penyuluh, praktisi, pemerintah, dan dunia usaha dalam memperkuat sinergi pengembangan sektor pertanian sekaligus mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Sambutan pembukaan disampaikan Wakil Direktur II Polbangtan Manokwari, Mikael, yang mewakili Direktur Polbangtan Manokwari, Dr. O’eng Anwarudin, S.Pt., M.Si. Dalam sambutannya, Mikael menegaskan bahwa seminar nasional merupakan agenda ilmiah tahunan yang menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam mendiseminasikan hasil penelitian dan inovasi kepada masyarakat akademik maupun praktisi.
“Seminar ini menjadi media bertemunya berbagai gagasan, hasil riset, dan inovasi untuk menjawab tantangan pembangunan pertanian yang semakin kompleks. Melalui kolaborasi berbagai pihak, kami berharap lahir berbagai solusi yang dapat diterapkan dalam mendukung kemandirian pangan berbasis potensi dan kearifan lokal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Seminar Nasional PPVP Seri ke-7 terselenggara melalui kerja sama Polbangtan Manokwari dengan sejumlah perguruan tinggi dalam dan luar negeri, yakni Politeknik LPP Yogyakarta, PSDKU Universitas Pattimura, Universitas Sumatera Utara, Universiti Sains Malaysia, Universitas Tidar, dan Universitas Bima Internasional MFH. Kolaborasi tersebut diharapkan semakin memperkuat jejaring akademik sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi pertanian di Indonesia.
Seminar tahun ini menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional pada sesi pleno, yakni Guru Besar Universiti Sains Malaysia Prof. Dr. Ts. Abdul Hafiz Ab. Majid, Assoc. Prof. Ameilia Zuliyanti Siregar, M.Sc., Ph.D. dari Universitas Sumatera Utara, Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof. Ir. Nafiatul Umami, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., serta Direktur Politeknik LPP Yogyakarta Dr. Ir. Muhamad Mustangin, S.T., M.Eng.
Antusiasme penyelenggaraan seminar terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada sesi paralel, jumlah pemakalah meningkat signifikan sejak penyelenggaraan perdana pada 2020 yang diikuti 27 pemakalah. Jumlah tersebut terus bertambah menjadi 34, 65, 79, 163, dan 269 pemakalah, hingga pada tahun 2026 mencapai 340 pemakalah yang berasal dari 98 instansi.
Seminar juga diikuti pemakalah dari luar negeri, yakni Sultan Idris Education University Malaysia, Universidade Nacional Timor Lorosa’e Timor Leste, serta PMAS-Arid Agriculture University, Rawalpindi, Pakistan. Partisipasi internasional tersebut menjadi indikator semakin luasnya jejaring akademik Polbangtan Manokwari di tingkat global.
Dalam rangkaian kegiatan, Polbangtan Manokwari turut melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah perguruan tinggi, instansi pemerintah, organisasi profesi, dan lembaga pemasyarakatan guna memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Selain sebagai Unit Pelaksana Teknis pendidikan di bawah Kementerian Pertanian, Polbangtan Manokwari juga mendapat penugasan khusus dari Menteri Pertanian sebagai penanggung jawab program swasembada pangan di Provinsi Papua Selatan. Penugasan tersebut menjadi bagian dari strategi Kementerian Pertanian dalam mempercepat peningkatan produksi pangan nasional melalui penguatan kapasitas SDM pertanian.



