Berita

Kementan Rekomendasi Pupuk Hayati sebagai Pendamping Pupuk Anorganik

Manokwari – Jumat, 5 Februari 2021 – Pupuk Subsidi, menjadi sorotan Presiden Republik Indonesia saat Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Pertanian awal tahun lalu. Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyusun berbagai strategi dalam pemanfaatan pupuk subsidi.

Meski pupuk merupakan kebutuhan pokok petani, Mentan SYL meminta para petani tidak bergantung pada pupuk anorganik. “Pakai pupuk organik lebih baik, tentunya kita harus belajar untuk tidak bergantung pada pupuk subsidi,” kata SYL.

Tak sekedar menyarankan memanfaatkan pupuk organik, lewat Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan) diadakan kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh Pertanian (MSPP) pada Jumat (5/2) dengan mengangkat tema “Pupuk Hayati” melalui media dalam jaringan (daring).

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menegaskan Pupuk hayati adalah solusi untuk meningkatkan efisiensi pemupukan , solusi untuk mengurangi kebutuhan pupuk kimia, solusi pertanian kita. Dedi pun mengibaratkan pupuk hayati sebagai koko di Rumah Makan Padang. “Pupuk Hayati ibarat koki handal yang membuat makanan jadi enak dan bergizi,” ujar Professor Riset bidang Agroklimatologi dan Hidrologi.

Lebih mendalam, Dr. Edi Husen, M.Sc mengupas tuntas seluk beluk Pupuk Hayati dalam kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 10.30 Waktu Indonesia Barat (WIB). Edi menyebutkan bahwa kita semua sebagai ujung tombak pertanian, sudah selayaknya memahami penggunaan pupuk berimbang.

Dalam kesempatan tersebut, Edi pun menegaskan pupuk hayati berbeda dengan pupuk organik. “Manusia makan empat sehat lima sempurna, begitu juga dengan tanaman. Sumber Karbohidrat dipenuhi dari pupuk kimia, lauk pauk dipenuhi dari pupuk organik, sedangkan sayur mayur diperoleh dari pupuk hayati,” rinci Peneliti Senior Bidang Mikrobiologi Tanah atau Spesialis Pupuk Hayati Kementan.

Pentingnya menerapan pupuk berimbang, Perguruan Tinngi Vokasi Kementan, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menginisiasi setiap Program Studi (Prodi) memiliki program unggulan. Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta menyebutkan, “Nggak usah muluk-muluk program yang akan dikembangkan seperti pembuatan pupuk organik ataupun pupuk hayati.”

Sebelum dilempar ke pasar, nantinya dapat digunakan petani penggarap binaan Polbangtan Manokwari terlebih dahulu. Program ini diinisiasi untuk merangkul para petani agar mau dan mampu mengurangi ketergantungan pada menggunakan pupuk anorganik. (Nsd)

Show More
Back to top button
Close