Berita

Lakukan Upacara adat, Mahasiswa Polbangtan Kementan Tingkatkan Solidarisme

 

Kursus Mahir Dasar (KMD) Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari telah dilaksanakan selama 5 hari terakhir yang diikuti oleh mahasiswa tingkat I. Kegiatan KMD berakhir dengan Penutupan upacara api unggun dan upacara membakar Batu atau yang dikenal dengan Barapen.

Barapen adalah salah satu tradisi dari Papua dengan memasak sejumlah jenis makanan dalam jumlah besar dengan menggunakan batu panas yang terlebih dahulu telah melalui proses pembakaran. Barapen dalam penutupan kali ini, selain untuk meningkatkan solidaritas diantara warga Polbangtan Manokwari juga merupakan ucapan syukur atas terselenggaranya kegiatan KMD dengan baik dan lancar.

Wakil direktur I O’eng Anwarudin yang menutup kegiatan tersebut menyampaikan bahwa dengan berakhirnya kegiatan KMD ini mahasiswa diharapkan dapat mengenal lebih tentang kepramukaan, menumbuhkan jiwa kesatria serta meningkatkan rasa solidarisme antar mahasiswa.

Kegiatan KMD tahun ini, para peserta di bimbing langsung oleh 8 pelatih dari Kwarda Papua Barat. Peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan yang telah di siapkan oleh pelatih, baik menerima materi dalam kelas maupun melakukan prakter langsung kepramukaan dihalaman kampus Polbangtan Manokwari.

Kegiatan KMD merupakan salah satu persyaratan wajib yang harus diikuti oleh setiap mahasiswa Polbangtan Manokwari. Mahasiswa yang tidak memiliki surat pernyataan lulus KMD maka tidak akan diperkenangkan mengikuti ujian akhir untuk wisuda.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan, keterampilan dan pengalaman praktis bagi peserta melalui materi-materi yang disajikan para pelatih.

Sebagaimana harapan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo agar memperkuat peran generasi muda sebagai SDM pertanian dalam peningkatan produksi pertanian melalui berbagai kegiatan peningkatan kapasitas

“saat ini para generasi muda telah masuk di era teknologi digital sehingga perlu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi. Para generasi muda didorong mengambil peran khususnya dalam bidang pertanian melalui berbagai kegiatan yang produktif.” Jelas SYL

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan bahwa kaum milenial harus cerdas, semangat, inovatif, pantang menyerah sampai dengan sukses. Semua itu dapat di latih melalui berbagai pelatihan untuk mengasa kemampuan diri. Petani milenial memiliki pengaruh dan dampak besar terhadap pembangunan pertanian Indonesia.

“keberhasilan suatu bangsa dan negara ditentukan kebangkitan milenialnya. Begitu juga keberhasilan suatu pembangunan pertanian akan terwujud manakalah kaum milenialnya bangkit.” Ungkap Dedi

Show More
Back to top button
Close
×

Kontak Kami

×