Berita

Mantabkan Generasi Milenial Pertanian Bebas Narkoba, Kementan Gandeng BNN Papua Barat

Kementerian pertanian, khususnya melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus mengantisipasi terjadinya peredaran Narkotika dan obat-obat terlarang lainnya. Untuk itu, seluruh insan pertanian diminta untuk saling mengingatkan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa narkoba sangat berbahaya. “ karena obat-obatan terlarang tersebut dapat merusak anak-anak bangsa, kita tidak mau ada narkoba yang bereder di lingkup Kementan, hal ini harus menjadi perhatian bersama dan diantisipasi” katanya.

 

Selaras dengan hal itu, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa upaya kita untuk menumbuhkan banyak petani muda tidak boleh terganggu dengan narkoba. Anak-anak muda yang ada di UPT seperti Politeknik Pembangunan Pertanian (POLBANGTAN) dan Politenik Enjiniring Pertanian Indonesia.

Narkoba menjadi ancaman langsung bagi tanah air. sebagai lembaga pendidikan vokasi, Polbangtan manokwari memiliki peran penting untuk membentengi setiap mahasiswa akan bahaya narkoba.

Kondisi geografis yang terbuka menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar di seluruh wilayah Indonesia. Peredaran gelap Narkoba bukan hanya menyasar orang dewasa dan remaja, melainkan juga anak-anak

Untuk itu menindaklanjuti surat Sekretaris BPPSDMP prihal Rencana aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Predaran Gelap narkotika (RAN P4GN) Polbangtan Manokwari secara rutin memberikan kuliah umum tentang bahaya Narkoba bagi mahasiswa serta melakukan Tes Urine bagi mahasiswa dan Pegawai.

Tes Urine yang berlangsung di Aula Polbangtan Manokwari diikuti oleh Pegawai dan Mahasiswa dengan mendatangkan langsung Pegawai Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat.

Wakil Direktur II Latarus Fangohoi menyampaikan terima kasih kepada tim BNN Papua barat yang berkesempatan memberikan sosialisasi langsung bahaya Narkoba kepada pegawai dan mahasiswa. “hal ini singkron dengan arahan dari sekretaris BPPSDMP tentang RAN P4GN. Dimana setiap insan pertanian mempunyai peranan untuk menanggulangi peredaran ataupun penyalahgunaan Narkotika” Ungkap Latarus.

“Tiap tahun kegiatan ini selalu dilakukan, karena mahasiwa kita berasal dari berbagai daerah maka perlu diberikan pemahaman terus menerus tentang bahaya Narkoba.” Tambahnya.

Hadir menyampaikan materi Sosialisasi. drg Indah Perwitasari, S.Kg selaku Kordinator Bidang P2M BNN Papua Barat menekankan untuk menghindari Narkoba. “karena susunan saraf otak akan rusak, kita ngak bias berfikir kalo suda memakai narkoba.” Kata Indah.

“Narkoba menjadi mesin pembunuh massal (Silent Killer) yang merusak manusia terutama otak, fisik dan emosi.” Tambahnya.

Show More
Back to top button
Close