Berita

Mudahnya Beternak Puyuh Bagi Generasi Tani Milenial

18 April 2020, Manokwari – Generasi Milenial yang menginginkan serba cepat, serba mudah, dan tak ingin bertele-tele.  Beternak Puyuh menjadi salah satu alternatif usaha yang dengan mudah memperoleh keuntungan dalam waktu yang relatif singkat.

Hanya dalam 45 hari, ternak puyuh sudah dapat bertelur dan koin pun mengalir tiap harinya.  Di tengah wabah Corona Virus (Covid-19) yang mengharuskan semua orang untuk tetap di rumah, beternak puyuh menjadi solusi menghilangkan kejenuhan dan menghasilkan keuntungan.

Seperti Yulius Yance Risal Wosiri, Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, ia memanfaatkan waktu luangnya untuk beternak puyuh.  Polbangtan Manokwari yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) bidang Pendidikan dibawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementerian Pertanian (BPPSDMP Kementan) mendukung penumbuhan pengusaha pertanian milenial diawali dengan menggerakkan semangat generasi milenial untuk mencintai pertanian.

Arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) generasi tani milenial tidak hanya mengembangkan pertanian skala nasional saja tapi juga harus berstrategi untuk peningkatan eksport.  Lebih lanjut Kepala BPPSDMP Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi telah memprogramkan Penumbuhan 2,5 Juta Pengusaha Pertanian Milenial.

Dengan adanya arahan Menteri SYL dan juga program yang telah dirancang oleh Kepala Badan PPSDMP Kementan, menjadikan motivasi tersendiri bagi generasi tani milenial, khusunya bagi Yulius.  Di bawah arahan Direktur Polbangtan Manokwari, drh. Purwanta, M.Kes., Yulius terus mengembangkan ternak puyuh yang ia garap bersama rekan-rekannya.

Tak puas melakukan budidaya dengan sistem kandang litter (di lantai), genersi tani milenial ini membuat kandang puyuh dengan tipe boks.  “Kami membuat kandang boks agar puyuh-puyuh tidak beterbangan, mempermudah dalam membersihkan, dan juga memberi makan ataupun minum,” sebut Yulius.

Kegiatan yang dilakukan para mahasiswa Polbangtan Manokwari ini melatih generasi tani milenial untuk menjadi seorang wirausahawan.  “Beresiko memang,” sebut Purwanta.  Namun dengan bekal yang telah diperoleh dari semenjak duduk dibangku perkuliahan, ke depan generasi tani milenial ini lebih siap menghadapi keadaan ril yang ada dilapangan.  Mahasiswa juga dapat memehami manajemen resiko, menyeimbangkan strategi bisnis dengan pengelolaan resiko budidaya puyuh sehingga dapat memperoleh hasil optimal. (269)

Sumber: https://www.agronet.co.id/detail/indeks/info-agro/4986-Mudahnya-Beternak-Puyuh-Bagi-Generasi-Tani-Milenial

Show More
Back to top button
Close