Back
HomeBeritaPerkuat Regenerasi Petanian Papua, Polbangtan Kementan Kukuhkan 121 Mahasiswa Baru

Perkuat Regenerasi Petanian Papua, Polbangtan Kementan Kukuhkan 121 Mahasiswa Baru

Share:

 

 

MANOKWARI – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari mengukuhkan sebanyak 121 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (15/9/2026). Mereka dipersiapkan menjadi sumber daya manusia (SDM) pertanian yang kompeten sekaligus bagian dari regenerasi petani untuk mendukung pembangunan pertanian modern.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan masa depan sektor pertanian Indonesia. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dan anak muda terus didorong seiring transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif dan berbasis teknologi.

 

“Masa depan pertanian Indonesia ditentukan oleh kualitas karakter dan pola pikir generasi mudanya,” tegas Amran.

 

Menurut Amran, pembangunan pertanian tidak hanya membutuhkan penguasaan teknologi, tetapi juga SDM yang memiliki karakter, disiplin, kerja keras dan integritas. Generasi muda juga diharapkan tidak sekadar menjadi penonton, tetapi terlibat dalam inovasi dan pembangunan sektor pertanian.

 

Senada, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa regenerasi petani harus diikuti dengan peningkatan kapasitas generasi muda secara berkelanjutan.

 

“Kami ingin menciptakan generasi muda pertanian yang adaptif, profesional, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di daerah masing-masing,” ujar Arsanti.

 

Menurutnya, pendidikan vokasi pertanian memiliki posisi strategis dalam menyiapkan SDM yang terampil dan profesional sekaligus menghubungkan proses pendidikan dengan kebutuhan nyata pembangunan pertanian di lapangan.

 

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin menekankankan Pendidikan vokasi pertanian berperan penting dalam menyiapkan generasi petani baru, mengembangkan teknologi tepat guna, serta mendukung pencapaian swasembada pangan.

 

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Wakil Direktur I Polbangtan Manokwari, Benang Purwanto, mengatakan pengukuhan 121 mahasiswa baru yang berasal dari pulau sumatera hingga pulau Papua bukan sekadar seremoni administratif, melainkan menjadi awal perubahan status sekaligus tanggung jawab dari siswa menjadi mahasiswa dan calon tenaga vokasi profesional di bidang pertanian.

 

“Pengukuhan ini adalah penanda babak baru, dari siswa menjadi mahasiswa, dari peserta didik menengah menjadi calon-calon tenaga vokasi profesional di bidang pertanian yang akan dituntut untuk berpikir kritis, bekerja terampil, dan bertindak sebagai agen perubahan di sektor pertanian,” ujar Benang.

 

Ia menjelaskan, Polbangtan Manokwari sebagai salah satu institusi pendidikan vokasi di bawah Kementerian Pertanian memiliki mandat menyiapkan SDM pertanian yang unggul, kompeten dan berjiwa wirausaha.

 

Mandat tersebut semakin penting di tengah tantangan regenerasi petani. Sebab, petani Indonesia saat ini didominasi kelompok usia yang semakin menua, sementara keterlibatan generasi muda di sektor pertanian masih perlu terus diperkuat.

 

Karena itu, Kementerian Pertanian melalui berbagai program strategis memberikan perhatian terhadap regenerasi petani muda, pengembangan pertanian modern berbasis teknologi hingga peningkatan produksi dalam mendukung swasembada pangan.

 

“Saudara-saudara mahasiswa baru adalah bagian dari generasi muda pertanian yang kita siapkan itu. Di pundak Saudara-lah, sebagian dari masa depan ketahanan pangan bangsa ini akan bertumpu,” katanya.

 

Benang mengatakan Polbangtan Manokwari menerapkan kurikulum berbasis Outcomes Based Education (OBE), praktik lapangan secara intensif, konsep Teaching Factory, serta pembelajaran yang menghubungkan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

 

Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha sendiri di sektor pertanian.

 

Polbangtan Manokwari berkomitmen mencetak lulusan yang siap bekerja, berwirausaha sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan pertanian, khususnya di Tanah Papua.

 

Menurut Benang, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar sehingga membutuhkan generasi muda yang mampu mengelolanya melalui pengetahuan, inovasi dan pemanfaatan teknologi pertanian.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya sektor pertanian dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Pada periode tersebut, mahasiswa yang saat ini menjalani pendidikan akan berada pada usia produktif dan diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan.

 

“Tidak ada bangsa yang dapat mencapai kemajuan dan kedaulatan tanpa ketahanan pangan yang kuat. Pangan adalah kebutuhan dasar sekaligus persoalan strategis dan keamanan nasional,” ujarnya.

 

Benang secara khusus mengingatkan mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam proses pendidikan.

 

Menurutnya, kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan untuk membantu proses pembelajaran dan meningkatkan produktivitas, tetapi tidak boleh menggantikan kemampuan berpikir serta kreativitas mahasiswa.

 

“Gunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak. AI sebagai alat bantu atau asisten produktivitas, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan kreativitas manusia,” pesannya.

 

Mahasiswa juga diminta membangun disiplin dan etos kerja sejak awal perkuliahan. Pertanian modern, kata dia, membutuhkan ketekunan, ketelitian dan konsistensi, baik dalam pembelajaran di ruang kelas maupun praktik di lapangan.

 

Selain itu, Polbangtan Manokwari mengingatkan mahasiswa untuk menjaga akhlak, integritas dan kepedulian sosial serta menjauhi berbagai pelanggaran berat yang dapat berujung pada pencabutan status mahasiswa.

 

Pelanggaran tersebut antara lain penyalahgunaan narkoba, judi online, tindakan asusila, konsumsi minuman keras dan bentuk pelanggaran berat lainnya.

 

Benang menegaskan pendidikan mahasiswa tidak hanya menjadi tanggung jawab kampus, tetapi juga membutuhkan dukungan dan komunikasi dengan orang tua maupun wali.

 

“Kami memohon dukungan, doa, dan komunikasi yang baik dari Bapak/Ibu, agar putra-putri kita dapat menyelesaikan pendidikan dengan optimal dan kembali ke tengah masyarakat sebagai insan pertanian yang unggul dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Lainnya

Open chat
Scan the code
Humas Polbangtan Manokwari
Hallo, ada yang bisa kami bantu?