Berita

Wujudkan 100 ribu Petani Milenial, Stafsus Presiden Sambangi Polbangtan Manokwari

AGRONET — Menyadari pentingnya peran petani milenial sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) memiliki target untuk mencetak 2,5 juta petani milenial dalam kurun waktu lima tahun. Hal ini disambut baik oleh Staf Khusus Milenial Presiden, Gracia Josaphat Jobel Mambrasar atau lebih akrab dipanggil Billy Mambrasar yang langsung mendatangi Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari dimana para calon petani milenial tanah papua diberikan pendidikan di tempat ini.

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) meyakini kaum milenial yang inovatif dan memiliki gagasan kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

“Pertanian sekarang tak lagi sama dengan pertanian di masa lalu. Di era digital seperti sekarang sektor pertanian juga beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Di situlah peran serta generasi milenial,“

Di sisi lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, berbagai upaya dan program telah dilakukan, melalui optimalisasi Pendidikan Vokasi Pertanian, penyelenggaraan Program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP), Program YESS, Pengukuhan Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA), bekerja sama dengan berbagai pihak salah satunya dengan Yayasan Kitong Bisa dibawah komando Billy Mambrasar.

“Langkah konkrit lain yang diambil BPPSDMP di awal tahun 2021 adalah menggandeng Yayasan Kitong Bisa untuk mencetak 100 ribu petani milenial dalam waktu 2 tahun”, terang Dedi.

Sementara Billy Mambrasar juga menegaskan Yayasan Kitong Bisa siap mewujudkan program pemerintah. “Kami siap membantu mewujudkan 100.000 petani muda yang berkualitas dan mampu mencetak petani andal dalam mengelola on farm maupun off farm”, ujarnya saat mengunjungi Polbangtan Manokwari, Jumat (5/2).

Dihadapan Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta, Billy menjelaskan program kerja yang diembannya tentang Milenial Agri Project (MAP) yang merupakan sebuah program untuk mendukung program Kementerian Pertanian untuk menciptakan 2,5 juta petani milenial. Program tersebut sebagia upaya mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Didampingi oleh Tim, Billy menyebut bahwa timnya sebagai pelaku usaha dibidang milenial pertanian menjadi salah satu contoh yang dapat mengubah maindset orang-orang bahwa petani itu keren. “Satu cerita dari petani milenial diharapkan dapat meyakinkan para stakeholder tentang pertanian,” kata Billy.

Billy juga menuturkan kedatangannya ke Manokwari saat ini pun sesuai arahan Presiden. Sebagai pengusaha muda asli Serui Papua ia ingin para milenial di Papua mengikuti jejaknya. Untuk itulah dirinya datang memotivasi para generasi muda tentang kewirausahaan khususnya sebagai petani pengusaha milenial.

Show More
Back to top button
Close