Berita

Tembus Pangsa Pasar Jakarta, Petani Milenial Asal Maluku Perluas Jaringan

MANOKWARI – Sukses berhasil diraih Duta Petani Milenial (DPM) dari Maluku Tengah, Ode Sindara, yang merupakan binaan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari, UPT di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian.

Ode Sindara yang bercocok tanam hortikultura, seperti cabe rawit, jahe, daun seledri, dan sayuran lainnya, kini sukses memperluas jaringan dengan menembus pasar Jakarta.

Apresiasi diberikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Menurutnya, Kementan akan terus menyiapkan generasi milenial yang siap membangun Indonesia.

“Kami ingin mencetak jutaan petani milenial yang mandiri, inovatif dan berdaya saing tinggi. Petani Milenial harus kreatif mengelola sektor pertanian dan mampu menghasilkan produk siap pakai,” ungkap Mentan SYL.

Hal yang sama juga diungkapkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi.

Menurutnya, pengungkit utama sektor pertanian adalah SDM yang mumpuni.

“Melalui program DPM DPA yang diusung kementerian pertanian diharapkan melahirkan SDM mampu menjadi pengusaha petani milenial,” beber Dedi.

Ode Sindara adalah contoh DPM yang berperan sebagai generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian.

Alumnus SMA Negeri 1 Masohi yang saat ini, dengan berprofesi sebagai DPM di dusun Haruo, Negeri Rutah, Kecamatan Amahai kabupaten Maluku Tengah, sukses mengembangakan komoditi pertanian bidang Hortikultura.

Ode Sindara bersyukur tahun ini, dirinya terpilih sebagai Duta Milenial kementrian Pertanian RI perwakilan kabupaten Maluku Tengah dan ketua Gapoktan Haruo Jaya Rutah. Pria berusia 38 tahun itu, telah berkecimpung di dunia pertanian sejak 10 tahun silam.

“Setelah menjadi duta petani milenial, makin menambah semangat dan selalu turun ke petani memberikan motivasi dan masukan kepada kaum muda untuk tertarik menjadikan pertanian,” jelasnya.

Menurut Ode, sebagai sumber penghasilan dan harapan anak muda zaman sekarang, mau ikut bagian dalam proses pertanian di daerahnya dan hasilnya komuditinya sudah tembus pasar Jakarta, Sorong , Manokwari, Biak Fakfak, Tual, Dobo, Saumlaki, kota Ambon.

“Harapan saya agar daerah saya juga masuk program pemerintah pusat sebagai UMKM Kampung hortikultura pengolahan hasil komuditi,” tutup Ode.

Show More
Back to top button
Close
×

Kontak Kami

×