Berita

Terapkan Manajemen Mutu, Polbangtan Kementan Jamin Lulusan Bekualitas

MANOKWARI – Sektor Pertanian merupakan bagian penting dalam pembangunan bangsa, apalagi pertanian Indonesia merupakan jantung perekonomian nasional sekaligus mata pencarian bagi puluhan juta petani yang tersebar diseluruh penjuru negeri.

Sebagai fasilitator pembangunan pertanian yang bergerak pada bidang pendidikan vokasi, Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari sebagai unit pelaksana teknis dibawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) terus membangun sistem manajemen mutu untuk meningkatkan performa kinerja dalam mewujudkan program utama Kementan.

 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyampaikan bahwa peningkatan kinerja adalah hal yang sangat penting.

“Sebagai sektor yang tumbuh positif, insan pertanian harus bisa meningkatkan kinerja. Karena kita berharap pertumbuhan positif pertanian bisa berdampak bagi sektor lain, khususnya secara ekonomi,” ujar Mentan Syahrul.

 

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi menyampaikan,

“Tugas Kementan tidaklah mudah karena harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat sehingga diperlukan adanya peningkatan kualitas sumber daya”, ujar Dedi.

 

Seraya melahirkan SDM Pertanian yang maju, mandiri dan modern, Polbangtan Manokwari melalui Unit Penjaminan Mutu (UPM) terus memperbaiki Mutu Internal dalam mewujudkan visi menjadi Polbangtan bertaraf internasional yang menjunjung nilai kearifan lokal.

 

Komitmen tersebut dituangkan dalam rapat tinjauan manajemen sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan audit mutu internal di 5 unit yang berada di Polbangtan Manokwari yaitu jurusan dan program studi, bagian umum, unit penelitian dan pengabdian masyarakat, bagian administrasi akademik dan kemahasiswaan, serta teaching factory.

 

Bertempat di ruang rapat Polbangtan Manokwari, tinjauan manajemen berlangsung dengan pemaparan temuan hasil audit oleh Kepala UPM, Carolina Diana Mual, sebagai langkah awal untuk segera melakukan tindak lanjut pengendalian resiko.

 

Direktur Polbangtan Manokwari, Purwanta, dalam arahannya menyampaikan bahwa rapat tinjauan manajemen sifatnya wajib untuk dilakukan secara periodik karena budaya mutu sudah harus diterapkan.

 

“Terdapat 68 standar yang harus terus dilakukan monitoring dan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana standar tersebut diterapkan sehingga akan diketahui kelemahan berupa resiko yang sifatnya observasi, minor ataupun mayor. Yang selanjutnya akan dilakukan tindak lanjut sebagai bentuk perbaikan atas kekurangan dalam memenuhi standar yang telah ditetapkan,” papar Purwanta.

 

“Inti dari kegiatan ini adalah bagaimana kita bersama membangun internal kita yang tujuannya akan menghasilkan dampak positif utamanya pada output kita yaitu menghasilkan lulusan yang terjamin dari sisi kualitas. Karena mereka adalah wujud dari regenarasi petani yang akan memajukan sektor pertanian.”tandas Purwanta.

Show More
Back to top button
Close
×

Kontak Kami

×