Berita

Petani Milenial di Papua Barat Dulang Rupiah Dari Ternak Ayam Kampung

Salah satu target Kementerian Pertanian dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern dengan mendorong mahasiswa sebagai generasi milenial untuk menjadi wirausahawan muda melalui program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP)

PWMP adalah program pelatihan yang dilaksanakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dalam rangka mewujudkan regenerasi petani yang dirancang untuk penumbuhan, pengembangan, pemandirian minat, keterampilan, serta jiwa kewirausahaan generasi muda di bidang pertanian.

Menteri SYL menyampaikan kalau PWMP yang dihadirkan Kementan dengan harapan bisa mencetak generasi milenial menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian. Menurutnya, hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil. Sebab, kaum milenial mulai sadar bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa batas jangka panjang.

“Ke depan, generasi muda pertanian bukanlah pekerja bidang pertanian, tetapi menjadi pelaku usaha pertanian. Regenerasi petani menjadi hal yang penting dan utama sekarang ini,” papar SYL.

Hal tersebut dibuktikan oleh salah satu Alumni Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari, Saleh Rismeita Herlika yang merupakan Alumni yang menerima program PWMP. Bertempat di SP 1 Jalur 1 Prafi Mulya, Saleh menjalankan usaha Peternakan Ayam Kampung.

Meski Memiliki gelar sarjana terapan, Saleh lebih senang menjalankan usaha dibidang peternakan dari pada harus bekerja dikantoran. Semangat Saleh yang dibantu dengan ke 2 rekannya Erlina Widianingrum dan Rosdiana Sari menjalankan kelompok usaha tersebut dengan nama LAKARUM (Ladang Ayam Kampung Rumahan).

Meski tahun pertama menjalankan program PWMP ini akan tetapi Saleh telah mampu memasuki pangsa pasar dengan penjualan pada rumah-rumah makan. Omset yang didapatkan pun sudah mencapai 6 juta dengan kapasitas produksi ayam 70 ekor perbulan.

Saleh menjelaskan awal mula menjalankan usaha dari program PWMP yaitu dengan beli ayam kampung pada tetangga-tetangga dengan usia sekitar 1-2 bulan, Lalu dipelihara hingga umur 3-4 bulan dengan target untuk dipasarkan.

“jadi kami menjalankan usaha ini dengan mulai berternak ayam kampung dengan tidak membeli DOC tapi Sekarang kami sudah memiliki indukan sendiri untuk kami kembangbiakkan dan sudah tiga kali proses penetasan sejak usaha ini dijalankan.” Ungkap saleh

Dengan melihat peluang usaha pada peternak ayam kampung, Saleh tergerak kembali untuk menjalankan usaha peternakan ini setelah sebelumnya pernah terhenti sebelum mendapatkan program PWMP. Menurutnya meski persaingan besar akan tetapi keuntungan yang didapat dari beternak ayam kampung juga besar karena daging ayam kampung jauh lebih enak untuk dikomsumsi jika dibandingkan dengan ayam potong.

Hal tersebut menjadi bukti dari argument Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi bahwa untuk memajukan pertanian Indonesia dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas tinggi.

“Generasi milenial harus mampu mengelolah perkembangan pertanian saat ini dengan menggunakan kreativitas dan inovasinya. Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian,” pungkas Dedi.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Manokwari Purwanta memberikan apresiasi pada Alumni-alumni yang telah mengambil peran untuk mendorong kemajuan Pertanian Indonesia. “Melalui program PWMP ini, tentu tujuannya untuk mengembangkan peluang bisnis bagi lulusan sehingga mampu menjadi job-creator di sektor pertanian (agribisnis).” Papar Purwanta

Show More
Back to top button
Close