Berita

Polbangtan Manokwari Siapkan Generasi Milenial Dukung Lumbung Pangan

AGRONET — Program Prioritas yang diamahkan Presiden Joko Widodo untuk diemban yakni Program Food Estate atau Lumbung Pangan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) telah menggarisbawahi bahwa pengembangan korporasi dan lumbung pangan harus mampu meningkatkan ketahanan pangan nasional, optimalisasi sumber daya, dan membuka peluang usaha pertanian lebih efisien hulu ke hilir (on farm dan off farm) bagi kesejahteraan petani.

Kepala Badan Penyuluhan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) yang diwakili oleh Sekertaris BPPSDMP Kementan, Siti Munifah, menyatakan “Kegiatan food estate ini kita lakukan untuk mencapai sasaran yang telah ditargetkan oleh Presiden supaya dapat mencapai tujuan yang diharapkan.” Lebih lanjut dalam kegiatan Ngobras “Ngorol Asyik Penyuluh Bareng Kabadan PPSDMP” secara vitual, pada Selasa (2/2) Sesba memaparkan Konsep Pengembangan Lumbung Pangan dilakukan secara terintegrasi mencakup pertanian, perkebunan, bahkan peternakan yang akan dilakukan di 34 provinsi Indonesia.

Nantinya, tiap Provinsi akan dibentuk minimal dua (2) kabupaten yang akan menjadi Lumbung Pangan. Pemahaman pada masyarakat khususnya petani pun dinilai penting. Lumbung pangan bukan hanya sekedar membuka lahan. “Kegiataan food estate ini salah satu pelaksanaan kegiatannya yaitu membentuk koorporasi pertanian supaya poktan dan gapoktan dapat membentuk gapoktan bersama atau kelembagaan ekonomi petani,” ungkap Munifah.

Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) adalah kelembagaan yang orientasinya bukan kelembagaan ekonomi tetapi orientasinya kebersamaan dan kekeluargaan. Asumsi ini perlulah ditransformasi menjadi kelembagaan ekonomi petani dengan orientasinya sudah mengarah kepada kebutuhan pasar. Secara kelompok, lumbung pangan dapat dilakukan melalui Kelembagaan ekonomi petani sehingga Gapoktan yang merupakan gabungan dari lembaga lembaga petani yang dengan inisiasi dapat membentuk sebuah lembaga usaha tani bisnis.

Sifat yang komersial menjadikan produksi yang dihasilkan dapat menghasilkan nilai tambah. Selain itu untuk mendukung kebutuhan pangan, Kementan juga menyediakan dana Kredit Usaha Rakyat yang akan membantu masyarakat dalam memulai usaha.

Dukungan lain Kementan selain berupa KUR, juga penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian, melalui Perguruan Tinggi Vokasi Pertanian, Kementan menyiapkan Generasi Muda untuk melanjutkan tongkat ekstafet pertanian. Direktur Polbangtan Manokawi, Purwanta menyikapi Lumbung Pangan bukan sekedar membuka ladang baru, tapi kolaborasi antar insan pertanian.

Bentuk kolaborasi Polbangtan Manokwari sebagai Perguruan Tinggi dalam mendukung Program Lumbung Pangan Indonesia salah satunya dengan menerapakan Kurikulum yang berfokus pada praktik lapang. Lumbung Pangan akan berjalan dengan baik apabila Kelembagaan Petani berjalan dengan optimal.

Kepala Jurusan Pertanian, Y. Yan Makabori menyebutkan, “Di Merauke pada Tahun 2000 Kami terlibat dalam Pengembangan Lumbung Padi, saat ini bekembang menjadi Lumbung Pangan secara nasional.” Generasi tani milenial memegang andil dalam keberhasilan Program Lumbung.

Polbangtan Manokwari membekali para generasi muda dengan Mata Kuliah Kelembagaan Petani yang menjadi kunci keberhasilan Lumbung Pangan, dengan mengacu pada Permentan nomor 67 Tahun 2016 tentang Pembinaan Kelembagaan Petani.

Mahasiswa pun turun langsung ke lapangan untuk mengetahui persoalan yang ada, merancang stategi, pelaksanaan program, evaluasi, dan peningkatan yang terus dilakukan. Bekal yang memadai dari Polbangan menjadikan para calon petani melenial mampu mendukung keberhasilan Progam Lumbung Pangan Indonesia. (Ian/269)

Show More
Back to top button
Close