Berita

Puluhan Mahasiswa Polbangtan Manokwari Petakan Potensi Wilayah Pertanian

Manokwari – Kamis, 28 Januari 2021 – Kementerian Pertanian (Kementan) tetap fokus dalam cetak petani yang maju, mandiri, dan modern di Tahun 2021. Masih melanjutkan target menciptakan 2,5 juta petani milenial dalam 5 tahun masa jabatannya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus memotivasi instan pertanian. “Petani adalah sektor yang bisa menyanggah kehidupan masyarakat di tengah pandemi covid-19 ataupun ketika terjadi krisis ekonomi,” sebut Menteri SYL.

Atas hal tersebut Badan Penyuluh dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan terus berusaha meningkatkan mutu sumber daya manusia pertanian, khususnya dalam menumpuhkan 2,5 juta petani milenial. Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menyebutkan bahwa pentingnya peran lembaga vokasi pertanian untuk membentuk SDM pertanian unggulan yang siap terjun langsung di dunia usaha dan dunia industri.

Dalam membangun dan mewujudkan percepatan terbentuknya petani milenial, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari mengadakan praktik lapangan yang bertempat Pantai Utara Manokwari, Papua Barat. Puluhan Mahasiswa Program Studi (Prodi) Penyuluhan Peternakan Berkelanjutan menerapkan Mata Kuliah Identifikasi Potensi Wilayah dan Metode Penyuluhan.

Dosen Pengampuh Mata Kuliah, Carolina Diana Mual memberikan pengantar sebelum mahasiswa turun lapang. Mulai dari cara menyapa, memperkenalkan diri, menginfokan maksud dan tujuan, hingga cara melontakan pertanyaan yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Sebelum turun lapang, para mahasiswa sudah memperoleh penjelasan tahap penyuluhan, cara-cara identifikasi potensi wilayah, memilih meteri, media, serta metode yang dilakukan oleh Dosen Pengampuh melalui pembelajaran dalam jaringan (daring). Dr. Latarus Fangohoi yang juga Dosen Pengampuh menjelaskan tujuannya supaya mahasiswa ketika menjadi penyuluh bisa mengetahui peran dan fungsinya bahwa seorang penyuluh.

Peran lain penyuluh yakni sebagai pembuka jalan bagi petani untuk mendapatkan kebutuhannya dibidang pertanian khususnya ilmu pengetahuan. Sebab, penyuluh pertanian sangat menentukan keberhasilan pembangunan pertanian.

Kegiatan yang dilakukan pada Kamis (28/1) mengajak mahasiswa untuk menyusun program penyuluhan, mengidentifikasi potensi desa, serta “mengodok” materi, media, dan metode yang sesuai untuk diaplikasikan pada petani. Sebanyak tiga kampung yang lakukan pengidentifikasian potensi wilayah yang terdiri dari Kampung Brami, Kampung Pami, dan Kampung Inoduas. (Ian/Nsd)

Show More
Back to top button
Close